twitter

Sekolah Kuliner dan D3 Perhotelan

Surabaya - Graha Tristar
Jln. Raya Jemursari 244 Surabaya.
D3 Tataboga, Perhotelan & Pariwisata

West Campus - Gedung IEU
Raya Dukuh Kupang 157B
S1 International Culinary Business

Kampus B Tristar -
Jl. Kaliwaron 58-60, Surabaya
D3 Tataboga, Perhotelan & Pariwisata
S1 Culinary Business

Informasi
Telp. +62-31 8433224 & 8433225. HP. 08233752227 - 081234506326.
PIN BB: 2A6A1F4E - 2B425821

Jakarta - Kampus Tristar BSD
S1 Culinary Business
S1 Food Technology
S1 Hotel Management
Telp: 021-5380668.
HP: 081286358533. PIN BB: 2A96E298.
Fax: 021-53155652.
Ruko BSD Sektor 7. Blok RL 31-33.
Serpong - Tangerang

Resep Kreasi Mahasiswa
Akpar Majapahit

Pages

Selasa, 25 Agustus 2015

Investor Hongkong Tantang TCI Bikin Aneka Manisan Buah untuk Industri

Investor Hongkong Tantang TCI Bikin Aneka Manisan Buah untuk Industri

TRISTAR Culinary Institute (TCI) divisi Food Technology  mendapat tantangan serius dari investor Hongkong untuk membuat aneka manisan buah tropis (tropical fruit)  nan aksotik asli Indonesia khususnya dari Jatim, seperti pepaya, salak, mangga, rambutan, nanas, dan yang lainnya guna memenuhi pasar manisan di Hongkong.

”Tentu saja tantangan dari calon investor Hongkong ini langsung kami respons positif mengingat membuat manisan buah skala industri merupakan peluang emas yang tidak mungkin dilewatkan. Untuk tahap awal kami telah melakukan serangkaian uji coba di laboratorium Food Technology TCI pada pertengahan Mei 2015,” kata Andrean, Direktur Food Tech TCI di kantornya, Jl Jemursari No. 234 Surabaya.

Dalam uji coba tersebut, pihaknya melibatkan dua tim penguji yakni Nursanti dan Ir Indah Fitriana untuk membuat aneka manisan dari buah papaya, salak, mangga, rambutan, nanas  dan buah-buahan tropis lainnya yang punya nilai ekonomi tinggi di pasar Hongkong.

Dalam uji coba membuat manisan dari buah papaya, tim penguji membuat dua pilihan, yakni manisan basah dan kering dengan teksturnya dibuat mirip mangga. Begitu juga manisan buah salak dan mangga juga dibuat dua pilihan, yakni basah dan kering.

Tim penguji di laboratorium Food Tech TCI mengungkapkan, manisan mangga yang di-treatment pakai calkplus (foto kiri), buah tetap agak lentur (lembut) meskipun direndam dalam cairan manisan tanpa pengawet.

”Sementara itu, manisan buah mangga yang di-treatment pakai kapur sirih (foto kanan) tekstur buahnya kaku (keras). Apabila bahan manisan itu dikeringkan bisa tahan sampai enam bulanan,” terang Santi, sapaan Nursanti di dampingi partnernya Ir Indah Fitriana.

Setelah diujicoba di laboratorium Food Tech TCI, pengusaha dari Hongkong  tersebut merasa cocok dengan harapannya dan ia menyatakan berminat untuk mengimpornya dari Indonesia guna memenuhi permintaan pasar manisan buah tropis di Hongkong.

”Kalau rencana ini teralisasi, maka puluhan ton manisan buah tropis dari Jatim siap dikapalkan ke Hongkong. Tentu saja peluang bisnis manisan buah tropis skala industry bakal menggairahkan petani hortikultura di Jatim untuk memproduksi buah-buahan yang berkualitas sekaligus membuka lapangan kerja baru,” tutur Andrian kepada reporter portal online www.matoasbynews.blogspot.com baru-baru ini.

Hasil uji coba di laboratorium tersebut juga dipresentasikan di hadapan Ir Juwono Saroso, Presdir Matoa Holding. Beberapa masukan pun disampaikan kepada tim penguji untuk lebih banyak lagi mencoba beberapa jenis buah tropis yang lain di luar papaya, salak, mangga, tetapi bisa juga dicoba pada buah rambutan, nanas dan buah tropis lainnya yang punya nilai jual tinggi di pasar internasional.

”Pada prinsipnya kami akan terus support tim penguji yang bekerja di laboratorium Food Tech TCI agar terus berkreasi demi mengharumkan TCI sehingga lembaga ini semakin dikenal secara nasional bahkan dunia internasional,” pungkas Pak Yu, sapaan akrab Ir Jowono Saroso, dalam kesempatan terpisah di ruang kerjanya. (ahn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar